Tuesday, April 8, 2014

Huru Hara Partai Politik

Huru Hara Partai Politik | Tanggal 9 April tahun 2014 akan terjadi sesuatu di dalam sesuatu. Apakah sesuatu di dalam sesuatu tersebut ? sesuatu di dalam sesuatu yakni terjadinya suatu peristiwa yang besar. Yang mana rakyat menentukan sebuah pilihan. Apakah pilihan itu tepat atau tidak tepat. Pilihan tersebut akan menentukan perkembangan Indonesia 5 tahun kedepan. 

Ngomong-ngomong mengenai pilihan yang ku maksud adalah pemilihan umum partai politik. Pada waktu akan terjadinya pemilu di tanggal 9 April, banyak sekali Huru Haranya. Huru Hara yang aku pandang secara pengamatan aku sendiri sangatlah tidak baik atau kalau bahasa jawanya saru. Soalnya ibarat "kodok akan muncul pada waktu musim hujan" itulah pribahasaku dan kebanyakan manusia tidak mengetahuinya kecuali sedikit.

Oke akan aku bahas satu persatu huru hara tersebut dari segi pengamatanku sendiri dan aku tidak perlu panjang lebar inilah huru hara partai politik:

1. Muncul Tiba-Tiba. Pernahkah anda kaget dengan kemunculan sponsor caleg partai politik yang berupa banner yang di pasang di tiang-tiang ? Ya itulah yang aku maksud dengan Muncul Tiba-Tiba. Mengapa aku mengatakan demikian ? sebab caleg-caleg tersebut tidak pernah muncul di dunia luar akan tetapi pada waktu kampanye ia muncul dan suruh pilih dia. Itu adalah hal yag tidak masuk akal ibarat "Tak tahu ya Tak mau" Setidaknya ia harus terus berbaur (menolong yang lemah) dengan masyarakat. Contoh : Jika ia gagal jadi caleg pada saat ini, maka ia tetap berbaur (menolong yang lemah) dengan masyarakat dan jangalah berbaur pada saat kampanye doang itu namanya tidak ikhlas oke (y).

2. Modus. Setiap caleg pasti ada modusnya contohnya ya di kampungku terdapat acara pengajian seluruh kampung. Tahu-tahunya yang memodali itu semua caleg.

3. Janjinya Terlalu Idealis. Tahukah anda janji partai-partai politik saat ini. Janjinya Sangaaaat Idealis, akan tetapi tidak mengetahui segi Realitasnya. Akhirnya rakyat merasa dibohongi akibat janjinya terlalu Idealis. So, saranku partai-partai politik alangkah baiknya janjinya jangan terlalu Idealis harus mengetahui segi-segi realitisnya.

Itulah Huru Hara Partai Politik. So, Gunakan pilihanmu yang bijak yaaa ^_^ jangan Golput (Golongan Putus Asa) lebih baik Golop (Golongan Optimis) oce ;)

4 komentar:

Insinyur Pikun said...

Nggak idealis, tapi realistis yang cuma manis. Ya sama aja hahaha

Shakti Nugroho said...

kalo nggak ngomong janji-janjinya. terus gimana bisa ditagih dong?

Anggita Bayu said...

kebanyakan janji, ngomong mele~ :D

Putrie Jrs said...

Blog kamu sudah aku follow.
Sekedar saran, mungkin jangan pakai verifikasi di komentar ya.
Yang Blogwalking agak wegah kalau harus ngisi captcha.

^_^

Happy Blogging